β± Estimated reading time: 8 min read
RIFAIHAMDA.COM β Kerusakan lingkungan semakin mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Sampah menumpuk, hutan berkurang, sungai tercemar, udara semakin kotor, dan berbagai bencana ekologis terjadi di banyak tempat.
Kondisi tersebut membuat pertanyaan mengapa Islam memberikan perhatian yang besar terhadap kelestarian alam dan lingkungan? menjadi semakin relevan untuk dibahas.
Islam tidak memandang alam hanya sebagai tempat manusia tinggal atau sumber daya yang bebas dieksploitasi.
Alam merupakan ciptaan Allah yang memiliki keteraturan dan harus diperlakukan dengan penuh tanggung jawab.
Manusia diberikan kedudukan sebagai khalifah di bumi, sehingga memiliki amanah untuk menjaga, mengelola, dan memanfaatkan alam secara bijaksana.
Melalui artikel ini, kamu akan memahami alasan Islam memberikan perhatian besar terhadap lingkungan, kedudukan manusia sebagai khalifah, larangan membuat kerusakan, pentingnya keseimbangan alam, serta contoh sederhana penerapan ajaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
1) Mengapa Islam Memberikan Perhatian yang Besar terhadap Kelestarian Alam dan Lingkungan?
Salah satu alasan utamanya adalah karena alam merupakan bagian dari ciptaan Allah. Dalam perspektif Islam, keberadaan alam tidak berdiri tanpa tujuan.
Gunung, laut, tumbuhan, hewan, air, tanah, dan berbagai unsur kehidupan merupakan tanda kebesaran Allah yang dapat direnungkan manusia.
Al-Qurβan mengajak manusia memperhatikan berbagai ciptaan tersebut dan mengambil pelajaran darinya.
Karena itu, merusak alam secara sembarangan bukan sekadar persoalan ekologis, tetapi juga berkaitan dengan bagaimana manusia menjalankan tanggung jawabnya kepada Allah.
Kajian tentang ayat-ayat lingkungan menunjukkan bahwa Al-Qurβan memberikan perhatian terhadap keseimbangan alam, larangan melakukan kerusakan, serta tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi.
1.1) Manusia Adalah Khalifah di Bumi
Dalam Surah Al-Baqarah ayat 30, Allah menyebut manusia sebagai khalifah di bumi. Kedudukan tersebut menunjukkan bahwa manusia memiliki tanggung jawab dalam mengelola kehidupan di bumi.
Khalifah bukan berarti manusia boleh mengeksploitasi alam tanpa batas. Sebaliknya, status tersebut merupakan amanah.
Manusia harus menggunakan sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan hidup sekaligus mempertahankan keberlangsungannya.
MUI juga menjelaskan bahwa tugas kekhalifahan mencakup hubungan manusia dengan sesama manusia dan hubungan manusia dengan makhluk Allah lainnya, termasuk alam semesta.
1.2) Alam Harus Dikelola, Bukan Dieksploitasi
Islam memperbolehkan manusia memanfaatkan berbagai sumber daya alam. Manusia membutuhkan air untuk minum, tanah untuk bertani, tumbuhan untuk makanan, serta berbagai sumber daya lainnya untuk menunjang kehidupan.
Namun, pemanfaatan tersebut memiliki batas. Pemanfaatan sumber daya tidak seharusnya berubah menjadi eksploitasi berlebihan yang menghilangkan keseimbangan ekosistem.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup juga menekankan tiga prinsip dalam hubungan manusia dengan alam, yaitu memanfaatkan secara bijak, merenungi tanda-tanda kebesaran Allah, serta memelihara dan memperbaiki lingkungan.
2) Larangan Membuat Kerusakan di Bumi
Alasan berikutnya untuk memahami mengapa Islam memberikan perhatian yang besar terhadap kelestarian alam dan lingkungan? adalah adanya larangan melakukan kerusakan di bumi.
Dalam Surah Ar-Rum ayat 41 dijelaskan bahwa kerusakan di darat dan di laut dapat terjadi akibat perbuatan manusia. Ayat ini menjadi salah satu dasar penting dalam pembahasan etika lingkungan dalam Islam.
Kerusakan tersebut dapat berupa pencemaran, perusakan hutan, pemborosan sumber daya, atau tindakan lain yang mengganggu keseimbangan kehidupan.
Kajian terhadap Al-Qurβan juga menghubungkan kerusakan lingkungan dengan perilaku manusia yang tidak bertanggung jawab.
Dengan demikian, menjaga lingkungan bukan hanya tindakan sosial. Menjaga sungai agar tidak tercemar, mengurangi sampah, melindungi hutan, dan menggunakan air secara hemat dapat menjadi bagian dari penerapan nilai-nilai Islam.
Keseimbangan merupakan prinsip penting dalam hubungan manusia dengan alam. Kehidupan tidak akan berjalan dengan baik apabila salah satu unsur ekosistem mengalami kerusakan berat.
Manusia membutuhkan alam, sementara alam memiliki sistem yang saling berkaitan. Ketika hutan rusak, misalnya, dampaknya dapat berhubungan dengan air, tanah, keanekaragaman hayati, bahkan kehidupan masyarakat.
Penelitian mengenai etika lingkungan dalam Al-Qurβan menunjukkan bahwa Islam memberikan perhatian terhadap keseimbangan ekosistem dan mendorong manusia menghindari perilaku berlebihan serta pemborosan.
3) Alam Merupakan Amanah dari Allah
Pertanyaan mengapa Islam memberikan perhatian yang besar terhadap kelestarian alam dan lingkungan? juga dapat dijawab melalui konsep amanah.
Manusia tidak memiliki kekuasaan mutlak atas bumi. Manusia diberi kesempatan untuk memanfaatkan berbagai ciptaan Allah, tetapi pada saat yang sama harus mempertanggungjawabkan perilakunya.
Konsep amanah membuat manusia perlu mempertimbangkan akibat dari setiap tindakan. Sebelum menebang pohon, membuang limbah, menggunakan air, atau mengambil sumber daya alam dalam jumlah besar, perlu dipikirkan dampaknya terhadap kehidupan.
Jika tindakan tersebut memberikan manfaat tetapi sekaligus menimbulkan kerusakan besar, maka cara pemanfaatannya perlu diperbaiki.
Dalam perspektif Islam, aktivitas menjaga lingkungan dapat memiliki nilai ibadah apabila dilakukan dengan niat yang baik dan sesuai dengan prinsip syariat.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup menyebut bahwa mengelola alam dapat dipandang sebagai bagian dari ibadah.
Menanam pohon, mengurangi sampah plastik, menjaga air bersih, dan mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan merupakan contoh tindakan yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak harus selalu diwujudkan melalui kegiatan besar. Kebiasaan sederhana juga memiliki arti apabila dilakukan secara konsisten.
4) Islam Melarang Perilaku Berlebihan
Salah satu persoalan lingkungan modern adalah konsumsi yang berlebihan. Manusia terkadang membeli dan menggunakan sesuatu jauh melebihi kebutuhan.
Islam mengajarkan agar manusia tidak berlebihan dalam memanfaatkan nikmat Allah. Prinsip tersebut sangat relevan dengan persoalan lingkungan karena konsumsi berlebihan dapat meningkatkan penggunaan energi, produksi sampah, dan eksploitasi sumber daya alam.
Karena itu, memahami mengapa Islam memberikan perhatian yang besar terhadap kelestarian alam dan lingkungan? juga berarti memahami pentingnya gaya hidup yang lebih bertanggung jawab.
Beberapa tindakan sederhana yang dapat dilakukan antara lain:
- Menghemat penggunaan air.
- Mengurangi penggunaan barang sekali pakai.
- Menggunakan listrik secara bijaksana.
- Tidak membuang sampah sembarangan.
- Menanam dan merawat pohon.
- Mengurangi pemborosan makanan.
- Menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Tindakan tersebut terlihat sederhana, tetapi jika dilakukan banyak orang secara konsisten dapat memberikan dampak yang lebih besar.
5) Kelestarian Alam Berkaitan dengan Kehidupan Manusia

Lingkungan yang rusak pada akhirnya akan memberikan dampak kepada manusia. Air yang tercemar dapat mengganggu kehidupan, hutan yang rusak dapat meningkatkan risiko bencana, sedangkan pencemaran udara dapat menurunkan kualitas lingkungan tempat tinggal.
Karena itu, perhatian Islam terhadap lingkungan juga berkaitan dengan upaya menjaga kehidupan manusia.
Alam menyediakan berbagai kebutuhan dasar, sehingga menjaga alam berarti ikut menjaga keberlangsungan kehidupan.
Kajian akademik tentang lingkungan dalam Al-Qurβan menegaskan bahwa kerusakan lingkungan dapat membawa dampak negatif terhadap manusia secara keseluruhan.
6) Menjaga Alam untuk Generasi Berikutnya
Kelestarian lingkungan tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan manusia saat ini. Anak-anak dan generasi yang akan datang juga memiliki hak untuk menikmati lingkungan yang sehat.
Jika sumber daya alam terus dieksploitasi tanpa memperhatikan keberlanjutan, generasi berikutnya dapat menghadapi kondisi lingkungan yang lebih sulit.
Karena itu, prinsip menjaga amanah dalam Islam juga dapat diterapkan pada hubungan antargenerasi.
Bumi yang digunakan manusia saat ini seharusnya tetap dijaga agar dapat memberikan manfaat pada masa mendatang.
Kementerian Agama melalui Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qurβan bahkan menerbitkan Tafsir Ayat-Ayat Ekologi pada 2025 yang secara khusus membahas pesan-pesan Al-Qurβan mengenai alam dan pelestarian lingkungan.
7) Bagaimana Menerapkan Ajaran Islam Tentang Lingkungan?
Setelah memahami mengapa Islam memberikan perhatian yang besar terhadap kelestarian alam dan lingkungan? Hal yang tidak kalah penting adalah menerapkannya.
Penerapan tersebut dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Tidak perlu menunggu menjadi aktivis lingkungan atau memiliki program besar.
7.1) Mulai dari Kebiasaan Sehari-Hari
Kamu dapat memulainya dengan membuang sampah pada tempatnya, menggunakan air secukupnya, membawa barang yang dapat digunakan berulang kali, serta mengurangi pemborosan.
Kamu juga dapat ikut menjaga ruang hijau di lingkungan sekitar. Jika memiliki halaman, menanam pohon atau tanaman dapat menjadi langkah sederhana untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik.
7.2) Mengajak Orang Lain
Kepedulian lingkungan akan memberikan dampak lebih besar apabila dilakukan bersama. Ajak keluarga, teman, dan masyarakat sekitar untuk menjaga kebersihan dan menggunakan sumber daya secara bijak.
Dengan demikian, ajaran Islam mengenai lingkungan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi berubah menjadi kebiasaan sosial yang memberikan manfaat nyata.
8) Kesimpulan
Jadi, mengapa Islam memberikan perhatian yang besar terhadap kelestarian alam dan lingkungan? Karena Islam memandang alam sebagai ciptaan Allah, sementara manusia diberi amanah sebagai khalifah untuk mengelola dan menjaganya.
Manusia boleh memanfaatkan alam, tetapi tidak boleh mengeksploitasi secara berlebihan atau membuat kerusakan.
Larangan merusak bumi, prinsip keseimbangan, larangan berlebihan, serta konsep amanah menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan memiliki dasar yang kuat dalam ajaran Islam.
Menjaga air, tanah, tumbuhan, hewan, dan kebersihan lingkungan dapat menjadi bagian dari tanggung jawab moral sekaligus spiritual.
Pada akhirnya, mengapa Islam memberikan perhatian yang besar terhadap kelestarian alam dan lingkungan?
Jawabannya bukan hanya karena alam memberikan manfaat bagi manusia, tetapi karena menjaga alam merupakan bagian dari amanah manusia sebagai khalifah di bumi.
Jika artikel ini bermanfaat, bagikan kepada keluarga atau teman agar semakin banyak orang memahami pentingnya menjaga lingkungan berdasarkan nilai-nilai Islam.***
Referensi:
MUI β Majelis Ulama Indonesia. βHubungan Spritual antara Lingkungan dan Mandat Kekhalifahan.β
Universitas Muhammadiyah Surakarta β Journals. βKERUSAKAN LINGKUNGAN DALAM AL-QURβAN.β
Kementerian Lingkungan Hidup / Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. βMenjadi Khalifah di Bumi: Mengelola Alam Sebagai Ibadah.β
Kementerian Agama Republik Indonesia β SUHUF: Jurnal Pengkajian Al-Qurβan dan Budaya. βEtika Lingkungan Biosentris dalam Al-Quran: Analisis Tafsir Pelestarian Lingkungan Hidup Karya Kementerian Agama.β








