β± Estimated reading time: 7 min read
RIFAIHAMDA.COM β Perkembangan kecerdasan buatan atau AI membuat pekerjaan akuntansi semakin cepat dan praktis.
Berbagai aktivitas seperti mengolah data, membuat laporan, menganalisis transaksi, hingga menemukan pola tertentu dapat dibantu teknologi.
Namun, kemudahan tersebut juga menghadirkan pertanyaan penting, apa saja dampak etis dan moral yang perlu dipertimbangkan dalam penggunaan kecerdasan buatan dalam akuntansi?
Pertanyaan tersebut penting karena pekerjaan akuntansi tidak hanya berkaitan dengan angka, tetapi juga kepercayaan, kerahasiaan, objektivitas, dan tanggung jawab profesional.
IESBA menegaskan bahwa penggunaan teknologi dapat menghadirkan risiko terhadap penilaian profesional, objektivitas, kerahasiaan, hingga akuntabilitas.
Melalui artikel ini, kamu akan memahami berbagai dampak etis dan moral yang perlu diperhatikan ketika AI digunakan dalam pekerjaan akuntansi, sekaligus mengetahui cara menggunakan teknologi secara lebih bertanggung jawab.
1) Apa Saja Dampak Etis dan Moral yang Perlu Dipertimbangkan Dalam Penggunaan Kecerdasan Buatan Dalam Akuntansi?
Kecerdasan buatan mampu membantu akuntan menyelesaikan pekerjaan secara lebih efisien.
Sistem AI dapat mengolah data dalam jumlah besar dan membantu mengidentifikasi pola yang sulit ditemukan secara manual.
Namun, teknologi tidak dapat menggantikan seluruh tanggung jawab profesional seorang akuntan.
IESBA menekankan bahwa penggunaan teknologi tetap membutuhkan pertimbangan profesional dan pengawasan manusia.
Akuntan tetap bertanggung jawab atas keputusan dan penilaian yang dibuat dalam pekerjaannya.
Karena itu, apa saja dampak etis dan moral yang perlu dipertimbangkan dalam penggunaan kecerdasan buatan dalam akuntansi? bukan sekadar pertanyaan mengenai teknologi, tetapi juga mengenai bagaimana menjaga kepercayaan dan integritas profesi.
1.1) Privasi dan Kerahasiaan Data
Salah satu persoalan paling penting adalah keamanan informasi. Akuntansi berkaitan dengan berbagai data sensitif, mulai dari laporan keuangan, transaksi, informasi pelanggan, hingga informasi internal perusahaan.
Ketika data tersebut dimasukkan ke dalam sistem AI, akuntan perlu memahami bagaimana data dikumpulkan, digunakan, disimpan, dipindahkan, dan dihapus.
IESBA menegaskan bahwa kewajiban kerahasiaan mencakup seluruh siklus hidup data.
Penggunaan data klien untuk keperluan seperti pelatihan model AI juga membutuhkan batasan dan otorisasi yang tepat.
1.2) Bias Dalam Hasil Kecerdasan Buatan
AI bekerja berdasarkan data dan model yang digunakan untuk menghasilkan prediksi atau rekomendasi.
Apabila data yang digunakan memiliki bias, hasil yang diberikan sistem juga berpotensi menghasilkan bias.
Dalam akuntansi, masalah tersebut dapat menjadi serius apabila hasil AI digunakan untuk menentukan risiko transaksi, mendeteksi aktivitas tertentu, atau membantu proses pengambilan keputusan.
Akuntan tidak seharusnya langsung menerima hasil AI hanya karena hasil tersebut berasal dari sistem otomatis.
Hasil teknologi tetap harus diperiksa dan dibandingkan dengan informasi lain yang relevan.
1.3) Akuntabilitas dan Tanggung Jawab
Pertanyaan penting berikutnya adalah siapa yang bertanggung jawab apabila AI menghasilkan kesalahan.
Kesalahan sistem tidak seharusnya menjadi alasan untuk menghindari tanggung jawab profesional.
IESBA secara khusus menekankan bahwa tanggung jawab profesional tidak dapat begitu saja dialihkan kepada mesin.
Oleh karena itu, manusia tetap harus menjadi pihak yang melakukan pemeriksaan dan mengambil keputusan akhir.
2) Dampak Moral Penggunaan AI Dalam Pekerjaan Akuntansi
Selain persoalan etika profesional, penggunaan AI juga mempunyai dimensi moral. Teknologi dapat mengubah cara seseorang bekerja dan mengambil keputusan.
2.1) Ketergantungan Berlebihan pada AI
Salah satu risiko yang perlu diperhatikan adalah terlalu percaya pada rekomendasi teknologi.
Sistem AI mungkin memberikan hasil yang terlihat meyakinkan, tetapi belum tentu selalu benar.
IESBA menyebut fenomena ini sebagai automation bias, yaitu kecenderungan seseorang lebih mempercayai hasil teknologi meskipun terdapat informasi lain yang menunjukkan bahwa hasil tersebut perlu dipertanyakan.
Karena itu, akuntan perlu mempertahankan sikap kritis. AI sebaiknya menjadi alat bantu, bukan pengganti penilaian profesional.
2.2) Transparansi Dalam Pengambilan Keputusan
Sebagian sistem AI bekerja seperti kotak hitam. Pengguna dapat memperoleh hasil tertentu tanpa benar-benar memahami bagaimana sistem menghasilkan keputusan tersebut.
Dalam pekerjaan akuntansi, kondisi tersebut dapat menyulitkan proses pemeriksaan dan pertanggungjawaban.
Akuntan perlu memahami keterbatasan teknologi yang digunakan serta mengetahui apakah hasilnya sesuai dengan tujuan pekerjaan.
IESBA juga menekankan pentingnya memahami teknologi, keterbatasannya, kualitas data, asumsi, serta potensi bias sebelum hasil teknologi digunakan.
2.3) Perubahan Pekerjaan dan Kompetensi Akuntan
AI berpotensi mengotomatisasi pekerjaan yang sebelumnya dilakukan secara manual. Kondisi ini dapat mengubah jenis keterampilan yang dibutuhkan oleh akuntan.
Akuntan masa kini tidak cukup hanya memahami prinsip akuntansi. Kemampuan memahami teknologi, mengevaluasi data, menginterpretasikan hasil AI, dan mempertahankan pertimbangan profesional juga semakin penting.
Dengan demikian, penggunaan AI seharusnya diikuti dengan peningkatan kompetensi, bukan sekadar mengandalkan otomatisasi.
3) Apa Saja Dampak Etis dan Moral yang Perlu Dipertimbangkan Dalam Penggunaan Kecerdasan Buatan Dalam Akuntansi? Ini 7 hal utamanya
Jika dirangkum, terdapat beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan AI dalam pekerjaan akuntansi.
- Kerahasiaan data, informasi klien harus dilindungi dengan baik.
- Keamanan data, sistem AI harus digunakan dengan memperhatikan risiko kebocoran dan akses tidak sah.
- Bias algoritma, hasil AI perlu diperiksa agar tidak menghasilkan keputusan yang tidak objektif.
- Transparansi, pengguna perlu memahami keterbatasan dan cara kerja sistem sejauh diperlukan.
- Akuntabilitas, tanggung jawab akhir tetap berada pada manusia yang menggunakan hasil teknologi.
- Kompetensi profesional, akuntan perlu memiliki kemampuan teknologi yang memadai.
- Independensi dan objektivitas, penggunaan teknologi tidak boleh mengganggu penilaian profesional.
IESBA menyatakan bahwa prinsip fundamental profesi akuntansi seperti integritas, objektivitas, kompetensi profesional dan kehati-hatian, kerahasiaan, serta perilaku profesional tetap berlaku ketika akuntan menggunakan teknologi.
4) Cara Menggunakan AI Dalam Akuntansi Secara Lebih Bertanggung Jawab
Setelah memahami apa saja dampak etis dan moral yang perlu dipertimbangkan dalam penggunaan kecerdasan buatan dalam akuntansi? langkah berikutnya adalah menerapkannya dalam aktivitas sehari-hari.
4.1) Jangan Langsung Mempercayai Hasil AI
Hasil AI sebaiknya diperlakukan sebagai informasi awal. Periksa kembali data, logika, dan kesesuaiannya dengan standar akuntansi serta kondisi sebenarnya.
4.2) Hindari Memasukkan Data Rahasia Sembarangan
Sebelum memasukkan data perusahaan atau klien ke layanan AI, pastikan kebijakan privasi dan penggunaan datanya sudah dipahami.
Jika data mengandung informasi sensitif, pertimbangkan apakah data tersebut memang diperlukan atau dapat dianonimkan terlebih dahulu.
4.3) Tetapkan Pengawasan Manusia
AI dapat membantu mengotomatisasi pekerjaan, tetapi keputusan penting tetap membutuhkan pemeriksaan manusia.
Pengawasan tersebut membantu menemukan kesalahan, bias, atau kondisi tidak biasa yang mungkin tidak dikenali sistem.
4.4) Tingkatkan Literasi Teknologi
Akuntan perlu terus mempelajari perkembangan teknologi. IESBA menekankan bahwa kompetensi profesional dalam era teknologi membutuhkan pembelajaran berkelanjutan dan literasi teknologi yang sesuai.
5) Perangkat Pendukung untuk Bekerja Lebih Nyaman
Penggunaan AI dalam akuntansi biasanya dilakukan melalui komputer atau laptop, sehingga kenyamanan perangkat kerja juga dapat memengaruhi produktivitas.
Salah satu aksesori sederhana yang dapat dipertimbangkan adalah ROBOT Mouse Wireless Silent Click M370.

Produk ini menggunakan koneksi wireless 2.4GHz dan USB receiver, memiliki sensor optik hingga 3200 DPI, desain ergonomis, serta fitur silent click.
Di halaman Shopee, produk tersebut juga tercantum memiliki garansi 1 tahun.
Mouse wireless seperti ini dapat menjadi pilihan bagi pengguna yang sering berpindah antara laptop dan komputer atau menginginkan meja kerja yang lebih rapi tanpa kabel mouse.
Harga dan ketersediaan produk dapat berubah sewaktu-waktu, sehingga sebaiknya periksa halaman Shopee sebelum melakukan pembelian.
Jadi, apa saja dampak etis dan moral yang perlu dipertimbangkan dalam penggunaan kecerdasan buatan dalam akuntansi? Jawabannya mencakup kerahasiaan data, keamanan informasi, bias, transparansi, akuntabilitas, kompetensi profesional, objektivitas, serta ketergantungan terhadap hasil otomatis.
AI dapat memberikan manfaat besar bagi pekerjaan akuntansi apabila digunakan secara tepat.
Namun, teknologi tidak boleh membuat manusia kehilangan sikap kritis dan tanggung jawab profesional.
Prinsip utamanya adalah menggunakan AI sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti pertimbangan manusia.
Dengan pengawasan, kompetensi, dan tata kelola yang baik, teknologi dapat membantu meningkatkan efisiensi sekaligus mempertahankan kepercayaan terhadap profesi akuntansi.
Semoga artikel ini membantu memahami apa saja dampak etis dan moral yang perlu dipertimbangkan dalam penggunaan kecerdasan buatan dalam akuntansi? Jika bermanfaat, bagikan artikel ini kepada teman, mahasiswa, akuntan, atau rekan kerja yang sedang mempelajari penggunaan AI dalam bidang akuntansi.***
Referensi:
International Ethics Standards Board for Accountants, IESBA Snapshot, Ethics and Independence Approach to the Use of Technology.
International Ethics Standards Board for Accountants, Emerging Technologies, A Characteristics-Based Approach to Ethical Considerations for Professional Accountants.
International Ethics Standards Board for Accountants, Technology Working Group Phase 2 Report.
International Federation of Accountants, Exploring the IESBA Code, A Focus on Technology, Artificial Intelligence.
Shopee Indonesia, halaman produk ROBOT Mouse Wireless Silent Click M370.








