Skip to content

๐–—๐–Ž๐–‹๐–†๐–Ž๐–๐–†๐–’๐–‰๐–†.๐–ˆ๐–”๐–’

๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ถ๐—ฑ๐—ถ๐—ธ๐—ฎ๐—ป โ€ข ๐—•๐—ถ๐˜€๐—ป๐—ถ๐˜€ โ€ข ๐—ง๐—ฒ๐—ธ๐—ป๐—ผ๐—น๐—ผ๐—ด๐—ถ

Menu
  • Beranda
  • Artikel Terbaru
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Lainnya
  • Produk Saya
Menu

Beranda » Pendidikan » Pendidikan Umum » Latar Belakang Berdirinya Muhammadiyah

Latar Belakang Berdirinya Muhammadiyah

Latar Belakang Berdirinya Muhammadiyah

Posted on 20 Mei 202629 Agustus 2026 by Rifai Hamda

RIFAIHAMDA.COM โ€“ Pada awal abad ke-20, kondisi religius dan sosial masyarakat Indonesia sedang mengalami stagnasi yang cukup memprihatinkan. Penjajahan kolonial Belanda tidak hanya menguras kekayaan bumi, tetapi juga membatasi kemajuan berpikir masyarakat pribumi.

Kondisi inilah yang memicu gerakan pembaharuan Islam yang dipelopori oleh K.H. Ahmad Dahlan, inilah yang menjadi latar belakang berdirinya Muhammadiyah di Yogyakarta.

Daftar Isi sembunyikan
1) Latar Belakang Berdirinya Muhammadiyah
1.1) Tiga Faktor Internal Latar Belakang Berdirinya Muhammadiyah
1.2) Tiga Faktor Eksternal Latar Belakang Berdirinya Muhammadiyah

1) Latar Belakang Berdirinya Muhammadiyah

Latar belakang berdirinya Muhammadiyah tidak terlepas dari kondisi religius, sosial, dan politik di Indonesia (khususnya di Yogyakarta) pada awal abad ke-20.

Organisasi ini didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan pada tanggal 18 November 1912 (8 Dzulhijjah 1330 H) di Kampung Kauman, Yogyakarta.

Secara garis besar, faktor pendorong berdirinya Muhammadiyah dapat dibagi menjadi dua, yaitu faktor internal (dari dalam masyarakat Islam sendiri) dan faktor eksternal (pengaruh dari luar).

1.1) Tiga Faktor Internal Latar Belakang Berdirinya Muhammadiyah

Faktor internal pertama, bercampurnya ajaran Islam dengan TBC (Takhayul, Bidโ€™ah, Churafat). Pada masa itu, praktik Islam di Indonesia banyak berasimilasi dengan tradisi lokal, Hindu, dan Buddha yang tidak memiliki dasar kuat dalam Al-Qurโ€™an dan Hadits. Contohnya adalah ritual sesajen, pemujaan roh, dan sinkretisme.

Sehingga muncul keprihatinan mendalam terhadap kemurnian akidah umat Islam saat itu. Banyak masyarakat yang masih mencampuradukkan ajaran agama dengan praktik takhayul, bidโ€™ah, dan churafat.

Kondisi mistisisme yang menyimpang ini menjadi salah satu poin utama dalam latar belakang berdirinya Muhammadiyah demi mengembalikan umat kepada Al-Qurโ€™an dan Hadits.

Baca Juga:  Bagaimana Digitalisasi Pembelajaran Mempercepat Penguatan Literasi, Numerasi, dan Sains, Serta Strategi Apa yang Paling Efektif Melalui Pemanfaatan Teknologi Digital?

Faktor internal kedua, kekakuan dalam beragama (taqlid buta). Masyarakat cenderung mengikuti pemikiran ulama terdengar tanpa mau mempelajari dalil aslinya. Pintu ijtihad (berpikir kreatif dan kritis dalam hukum Islam) dianggap sudah tertutup.

Faktor internal ketiga, ketidakselarasan lembaga pendidikan islam. Sistem pendidikan Islam tradisional (seperti pesantren zaman dahulu) hanya fokus pada ilmu agama dan menutup diri dari ilmu pengetahuan modern (sains, geografi, matematika). Hal ini membuat umat Islam tertinggal secara intelektual.

Sistem pendidikan Islam tradisional kala itu dinilai kurang relevan dengan perkembangan zaman. Pesantren zaman dahulu cenderung menutup diri dari ilmu pengetahuan modern seperti sains dan matematika.

Ketertinggalan intelektual umat Islam ini memperkuat latar belakang berdirinya Muhammadiyah sebagai lembaga yang fokus pada pembaharuan bidang pendidikan.

1.2) Tiga Faktor Eksternal Latar Belakang Berdirinya Muhammadiyah

Faktor eksternal pertama, berkaitan dengan penjajahan kolonial Belanda. Pemerintah Hindia Belanda membatasi ruang gerak umat Islam dan sengaja membiarkan masyarakat pribumi berada dalam kebodohan dan kemiskinan agar lebih mudah dikendalikan.

Faktor eksternal kedua, berkaitan dengan gerakan kristenisasi (gereja/zending). Di bawah perlindungan pemerintah kolonial, misi kristenisasi berkembang pesat melalui jalur pelayanan sosial seperti sekolah dan rumah sakit. K.H. Ahmad Dahlan merasa umat Islam harus memiliki institusi tandingan yang serupa untuk melindungi akidahnya.

Penetrasi misi kristenisasi yang difasilitasi oleh pemerintah kolonial Belanda bergerak sangat masif melalui jalur sekolah dan rumah sakit. K.H. Ahmad Dahlan menyadari bahwa umat Islam harus memiliki institusi tandingan yang kuat.

Baca Juga:  Huruf Hijaiyah

Faktor eksternal ketiga, berkaitan dengan pengaruh gerakan pembaharuan Islam di Timur Tengah. K.H. Ahmad Dahlan sempat menunaikan ibadah haji dan bermukim di Mekah.

Di sana, beliau menyerap pemikiran para tokoh pembaharu Islam seperti Muhammad Abduh, Jamaluddin al-Afghani, dan Rasyid Rida yang mengampanyekan gerakan kembali kepada Al-Qurโ€™an dan Hadits serta pentingnya modernisasi.

Sepulang dari Mekah, K.H. Ahmad Dahlan membawa gagasan segar untuk memodernisasi cara beragama.

Oleh karena itu, tantangan global dan lokal tersebut melengkapi latar belakang berdirinya Muhammadiyah sebagai organisasi modern. Semua dinamika politik dan pemikiran global ini melekat erat dalam latar belakang berdirinya Muhammadiyah pada tahun 1912.

Organisasi ini akhirnya resmi berdiri pada tanggal 18 November 1912 di Kampung Kauman, Yogyakarta. Kehadirannya segera membawa perubahan besar melalui pendirian jaringan sekolah modern, panti asuhan, dan rumah sakit.

Melalui pemahaman yang utuh mengenai latar belakang berdirinya muhammadiyah, kita dapat melihat bahwa organisasi ini lahir sebagai solusi konkret bagi kemajuan bangsa.***

Bagikan Artikel Ini?

Share on WhatsApp Share on Telegram Share on Facebook Share on LinkedIn Share on X (Twitter) Share on Email

Baca Artikel Lainnya?

  • Mengapa Islam Memberikan Perhatian yang Besar terhadap Kelestarian Alam dan Lingkungan? 7 Alasan Penting yang Wajib Dipahami
    Mengapa Islam Memberikan Perhatian yang Besar terhadap Kelestarian Alam dan Lingkungan? 7 Hal Penting yang Wajib Dipahami
  • Revolusi Industri Berdampak pada Imperialisme Modern yang Bertujuan Untuk Apa? Pelajari 3 Hal Yaitu Hubungan Industri, Kolonialisme, dan Perebutan Pasar Dunia
    Revolusi Industri Berdampak pada Imperialisme Modern yang Bertujuan Untuk Apa? Pelajari 3 Hal Yaitu Hubungan Industri, Kolonialisme, dan Perebutan Pasar Dunia
  • Ilustrasi yang menunjukkan apakah peran utama orang tua yang paling tepat terkait penggunaan teknologi pada anak di era digital adalah menjadi pendamping, teladan, dan pembimbing, seperti yang terlihat pada seorang ibu yang menemani anaknya menggunakan tablet di rumah.
    Apakah Peran Utama Orang Tua yang Paling Tepat Terkait Penggunaan Teknologi pada Anak di Era Digital, 3 Peran Penting yang Perlu Dipahami
  • Apa Peran Fisika Dalam Pengembangan Teknologi Layar Sentuh, Ini 7 Poin Penjelasan dan Kesimpulannya
    Apa Peran Fisika Dalam Pengembangan Teknologi Layar Sentuh, Ini 7 Poin Penjelasan dan Kesimpulannya
  • Seorang siswa menggunakan tablet dan stylus untuk belajar secara interaktif, menggambarkan transformasi teknologi dalam pembelajaran. Apa pemahaman baru yang Anda peroleh setelah mempelajari materi pengenalan PID, dan bagaimana pemahaman tersebut mengubah cara pandang Anda terhadap penggunaan teknologi dalam pembelajaran?
    Apa Pemahaman Baru yang Anda Peroleh Setelah Mempelajari Materi Pengenalan PID, dan Bagaimana Pemahaman Tersebut Mengubah Cara Pandang Anda terhadap Penggunaan Teknologi Dalam Pembelajaran? Ini 6 Pelajaran Pentingnya yang Harus Dipahami
  • Sebuah foto analog berbutir tahun 1985 yang menangkap tiga siswa SMA Indonesia dalam seragam sekolah (putih dan abu-abu), duduk mengelilingi meja kayu yang sudah tua di dalam ruang kelas. Mereka terlihat serius dan fokus menulis di buku catatan. Salah satu siswa perempuan memegang pulpen VIRAL 4IN1 berwarna biru yang khas dengan pesona tersenyum terpasang. Gambar ini mencerminkan lingkungan belajar di tengah pembahasan tantangan menjaga identitas kebangsaan di era globalisasi. Latar belakang buram menampilkan papan tulis dan buku-buku teks.
    Apa Saja Tantangan Yang Dihadapi Dalam Menjaga Identitas Kebangsaan di Era Globalisasi? 5 Tantangan Penting yang Perlu Dipahami
  • Ilustrasi apa saja dampak etis dan moral yang perlu dipertimbangkan dalam penggunaan kecerdasan buatan dalam akuntansi, menampilkan akuntan bekerja dengan laptop berbasis AI, data keuangan, simbol keamanan, privasi, objektivitas, integritas, dan akuntabilitas.
    Apa Saja Dampak Etis dan Moral yang Perlu Dipertimbangkan Dalam Penggunaan Kecerdasan Buatan dalam Akuntansi? 7 Risiko Penting yang Wajib Dipahami
  • Sebuah foto suasana kegiatan pendidikan non formal di luar ruangan pada waktu matahari terbit, menampilkan empat orang dewasa multi-usia duduk bersila di atas tikar di sebuah perkampungan. Seorang pria paruh baya Afrika sedang memberikan instruksi mendetail mengenai teknik tenun tradisional kepada tiga peserta didik lainnya yang menyimak dengan penuh perhatian, merepresentasikan pembelajaran keterampilan praktis dan berbasis komunitas. Latar belakang menunjukkan rumah-rumah beratapkan jerami, pohon-pohon besar, dan interaksi sosial yang kabur, disinari cahaya keemasan pagi yang hangat dan lembut.
    Pendidikan Non Formal, 5 Manfaat dan Panduan Memahaminya Lebih Mendalam

Artikel Terpopuler

  • About Me (Tentang Saya)
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Disclaimer (Sanggahan)
  • Contact Me (Hubungi Saya)
ยฉ 2026 ๐–—๐–Ž๐–‹๐–†๐–Ž๐–๐–†๐–’๐–‰๐–†.๐–ˆ๐–”๐–’