Skip to content

๐–—๐–Ž๐–‹๐–†๐–Ž๐–๐–†๐–’๐–‰๐–†.๐–ˆ๐–”๐–’

๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ถ๐—ฑ๐—ถ๐—ธ๐—ฎ๐—ป โ€ข ๐—•๐—ถ๐˜€๐—ป๐—ถ๐˜€ โ€ข ๐—ง๐—ฒ๐—ธ๐—ป๐—ผ๐—น๐—ผ๐—ด๐—ถ

Menu
  • Beranda
  • Artikel Terbaru
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Lainnya
  • Produk Saya
Menu

Beranda » Pendidikan » Pendidikan Umum » Apa yang Dimaksud dengan UbD?

Apa yang Dimaksud dengan UbD?

Apa yang Dimaksud dengan UbD?

Posted on 16 Mei 202529 Agustus 2026 by Rifai Hamda

RIFAIHAMDA.COM โ€“ UbD (Understanding by Design) adalah pendekatan perencanaan kurikulum yang dikembangkan oleh Grant Wiggins dan Jay McTighe. Prinsip UbD menekankan pentingnya merancang pembelajaran dengan memulai dari tujuan akhir yang ingin dicapai oleh siswa, sebuah konsep yang dikenal sebagai โ€œdesain mundurโ€ (backward design).

Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa siswa benar-benar memahami konsep yang diajarkan, bukan sekadar menghafal informasi tanpa konteks.

Daftar Isi sembunyikan
Prinsip UbD dalam Perencanaan Pembelajaran
1. Tujuan Pembelajaran (TP)
2. Asesmen (Penilaian)
Mengapa kita harus melakukan asesmen diagnostik (asesmen awal sebelum pembelajaran)?
3. Kegiatan Pembelajaran
Apa saja yang harus guru persiapkan agar kegiatan pembelajaran berlangsung dengan baik?

Prinsip UbD dalam Perencanaan Pembelajaran

Penyusunan modul ajar menggunakan prinsip UbD (understanding by design) mencakup 3 langkah penyusunan yaitu: tujuan pembelajaran โ€“ asesmen โ€“ kegiatan pembelajaran.

Berikut akan diuraikan 3 langkah UbD dalam perencanaan pembelajaran:

1. Tujuan Pembelajaran (TP)

Tujuan pembelajaran terbagi menjadi 2 yaitu: TP umum dan khusus.

Tujuan pembelajaran disusun berdasarkan CP (Capaian Pembelajaran). CP merupakan TP umum yang masih bisa diuraikan lagi menjadi TP khusus.

Tujuan pembelajaran mencakup 2 hal yaitu:

  • Kompetensi: meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan
  • Konten: materi/topik pembelajaran (misalnya dalam pembelajaran IPA yaitu โ€œciri-ciri makhluk hidupโ€)

Selain itu, tujuan pembelajaran juga harus dipastikan SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound).

Dalam mengembangkan tujuan pembelajaran khusus, terdapat 4 komponen yang perlu diperhatikan. Komponen-komponen ini dikenal dengan istilah komponen ABCD:

  • A (Audience) merujuk pada pihak yang menjadi target tujuan pembelajaran, yaitu peserta didik.
  • B (Behavior) mengacu pada perilaku atau kompetensi yang diharapkan dapat ditunjukkan oleh siswa. Contohnya, siswa mampu mengenali ciri-ciri bangun ruang dalam pelajaran matematika. Dalam merumuskan bagian ini, guru dianjurkan untuk menggunakan kata kerja operasional sesuai dengan Taksonomi Bloom.
  • C (Condition) menggambarkan situasi atau dengan cara apa/perilaku siswa dapat guru cermati yang memungkinkan siswa menampilkan perilaku yang diharapkan. Misalnya, siswa diminta mengidentifikasi karakteristik bangun ruang dengan menghitung panjang sisi-sisinya.
  • D (Degree) menunjukkan tingkat pencapaian atau kriteria keberhasilan yang diharapkan dari siswa. Sebagai ilustrasi, siswa mampu mengenali bangun ruang melalui perhitungan sisi-sisinya dengan tingkat akurasi 80% dari setidaknya lima benda yang mereka pilih di kelas.
Baca Juga:  Revolusi Industri Kedua Ditandai dengan 5 Perubahan yang Mengubah Dunia Modern

2. Asesmen (Penilaian)

Berdasarkan waktu pelaksanaan dan fungsi, asesmen juga dibagi menjadi 3 yaitu:

Jenis AsesmenWaktu PelaksanaanFungsi Utama
Asesmen DiagnostikSebelum pembelajaran dimulaiMengidentifikasi kemampuan awal dan kebutuhan siswa
Asesmen FormatifSelama proses pembelajaranMemberi umpan balik dan perbaikan proses belajar
Asesmen SumatifSetelah pembelajaran selesaiMenentukan capaian akhir belajar siswa

Mengapa kita harus melakukan asesmen diagnostik (asesmen awal sebelum pembelajaran)?

Hal itu supaya dapat memahami karakteristik dan kesiapan belajar siswa, serta dapat memilih metode pembelajaran yang tepat.

Asesmen diagnostik dilakukan dengan 2 cara asesmen:

  • Asesmen kognitif, yaitu asesmen untuk mengetahui kemampuan/pengetahuan/pemahaman awal yang telah dimiliki siswa sebelum memulai topik baru (pembelajaran).
  • Asesmen non-kognitif, dapat meliputi:
    • Gaya belajar yang disukai oleh murid,
    • Minat,
    • Latar belakang, seperti asal-usul keluarga, budaya, dan lingkungan sosial,
    • Kondisi sosial-emosional, yaitu keadaan emosional dan interaksi sosial yang mempengaruhi proses belajar.
Baca Juga:  Pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang Pendidikan dan Pengajaran (Ajaran Tamansiswa)

Berdasarkan tujuan, peran, dan karakteristik, asesmen dibagi menjadi 3 yaitu:

Jenis AsesmenTujuan UtamaPeran dalam PembelajaranKarakteristikContoh
Assessment for Learning (AfL)Membantu guru dan siswa memahami proses belajar secara berkelanjutan.Digunakan guru untuk menyesuaikan pengajaran.Dilakukan selama proses pembelajaran untuk memberikan umpan balik yang membangun.Kuis singkat, diskusi kelas, atau pertanyaan terbuka yang digunakan untuk menyesuaikan strategi pengajaran.
Assessment of Learning (AoL)Menilai pencapaian akhir siswa terhadap tujuan pembelajaran.Digunakan untuk membuat keputusan akhir.Bersifat sumatif dan biasanya dilakukan di akhir unit atau semester.Ujian akhir, atau presentasi proyek yang digunakan untuk menentukan kelulusan atau peringkat.
Assessment as Learning (AaL)Meningkatkan kesadaran belajar siswa atau Mendorong siswa untuk menjadi penilai aktif terhadap pembelajaran mereka sendiri.Siswa menilai dan merefleksi diri sendiri atau antar teman sejawat.Melibatkan refleksi diri dan penilaian sejawat untuk meningkatkan kesadaran metakognitif.Jurnal refleksi, penilaian diri, atau diskusi kelompok yang membantu siswa memahami kekuatan dan area yang perlu diperbaiki.

Berdasarkan formatnya, asesmen dibagi menjadi 2 yaitu:

Baca Juga:  Menurut Anda, Bagaimana Integrasi Platform, Media, dan Konten Pembelajaran Digital Dapat Membantu Murid Belajar Lebih Mendalam Dibandingkan Pembelajaran yang Hanya Mengandalkan Satu Jenis Media? Berikan Contoh Situasi yang Anda Bayangkan atau Pernah Alami. Ini 6 Manfaat Integrasi Pembelajaran Digital Bagi Murid
Jenis AsesmenFokus pada PembelajaranContoh
Asesmen tradisionalFokus pada pengetahuan dan pemahamanPilihan ganda, esai
Asesmen alternatifFokus kepada pembelajaran prosesDemostrasi, bermain peran, membuat projek

3. Kegiatan Pembelajaran

Rancangan kegiatan pembelajaran yang ideal adalah pembelajaran yg sesuai kebutuhan, minat dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa.

Apa saja yang harus guru persiapkan agar kegiatan pembelajaran berlangsung dengan baik?

  • Tentukan pendekatan pembelajaran. Contoh: TaRL, CRT, dan sebagainya.
  • Tentukan model pembelajaran. Contoh: PBL, PjBL, dan sebagainya.
  • Tentukan metode pembelajaran. Contoh: ceramah, tanya jawab, demonstrasi, diskusi, karyawisata, dan sebagainya.
  • Tentukan media pembelajaran. Contoh: media visual, alat peraga, dan sebagainya.
  • Tentukan bahan ajar. Contoh: menggunakan buku, video, dan sebagainya.
  • Buat skenario pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu (jam pelajaran yang disediakan).***

Bagikan Artikel Ini?

Share on WhatsApp Share on Telegram Share on Facebook Share on LinkedIn Share on X (Twitter) Share on Email

Baca Artikel Lainnya?

  • Cara Menerapkan Pembelajaran yang Berpusat pada Peserta Didik
    Cara Menerapkan Pembelajaran yang Berpusat pada Peserta Didik
  • Seorang siswa menggunakan tablet dan stylus untuk belajar secara interaktif, menggambarkan transformasi teknologi dalam pembelajaran. Apa pemahaman baru yang Anda peroleh setelah mempelajari materi pengenalan PID, dan bagaimana pemahaman tersebut mengubah cara pandang Anda terhadap penggunaan teknologi dalam pembelajaran?
    Apa Pemahaman Baru yang Anda Peroleh Setelah Mempelajari Materi Pengenalan PID, dan Bagaimana Pemahaman Tersebut Mengubah Cara Pandang Anda terhadap Penggunaan Teknologi Dalam Pembelajaran? Ini 6 Pelajaran Pentingnya yang Harus Dipahami
  • Berikut Ini Termasuk Dalam Situs MOOC, 7 Platform Pembelajaran Online yang Wajib Diketahui
    Berikut Ini Termasuk Dalam Situs MOOC, 7 Platform Pembelajaran Online yang Wajib Diketahui
  • Pendidikan Vokasi Diarahkan Terutama untuk 5 Tujuan Penting dalam Menyiapkan Lulusan Siap Kerja
    Pendidikan Vokasi Diarahkan Terutama untuk 5 Tujuan Penting dalam Menyiapkan Lulusan Siap Kerja
  • Ilustrasi yang menunjukkan apakah peran utama orang tua yang paling tepat terkait penggunaan teknologi pada anak di era digital adalah menjadi pendamping, teladan, dan pembimbing, seperti yang terlihat pada seorang ibu yang menemani anaknya menggunakan tablet di rumah.
    Apakah Peran Utama Orang Tua yang Paling Tepat Terkait Penggunaan Teknologi pada Anak di Era Digital, 3 Peran Penting yang Perlu Dipahami
  • Sebuah foto suasana kegiatan pendidikan non formal di luar ruangan pada waktu matahari terbit, menampilkan empat orang dewasa multi-usia duduk bersila di atas tikar di sebuah perkampungan. Seorang pria paruh baya Afrika sedang memberikan instruksi mendetail mengenai teknik tenun tradisional kepada tiga peserta didik lainnya yang menyimak dengan penuh perhatian, merepresentasikan pembelajaran keterampilan praktis dan berbasis komunitas. Latar belakang menunjukkan rumah-rumah beratapkan jerami, pohon-pohon besar, dan interaksi sosial yang kabur, disinari cahaya keemasan pagi yang hangat dan lembut.
    Pendidikan Non Formal, 5 Manfaat dan Panduan Memahaminya Lebih Mendalam
  • Sebuah foto close-up tangan seorang siswa yang fokus pada 'Luxis Tablet Pro12' di ruang kelas yang remang-remang dan sinematik. Tablet tersebut menampilkan platform pendidikan ekosistem yang kaya dengan video yang sedang diputar, infografis jaring makanan interaktif, dan obrolan diskusi kelompok. Ikon holografik yang bersinar untuk kamera, mikrofon, dan penulisan mewakili alat multimedia. Gambar ini mengilustrasikan bagaimana integrasi platform, media, dan konten pembelajaran digital dapat membantu murid belajar lebih mendalam dibandingkan dengan pembelajaran yang hanya mengandalkan satu jenis media, menciptakan pengalaman yang aktif dan multifaset. Situasi ini menunjukkan pemanfaatan berbagai jenis media secara terpadu, memberikan contoh nyata bagi murid dan guru dalam proses belajar mengajar. Ini 6 Manfaat Integrasi Pembelajaran Digital Bagi Murid terlihat jelas dari interaksi yang serbaguna ini.
    Menurut Anda, Bagaimana Integrasi Platform, Media, dan Konten Pembelajaran Digital Dapat Membantu Murid Belajar Lebih Mendalam Dibandingkan Pembelajaran yang Hanya Mengandalkan Satu Jenis Media? Berikan Contoh Situasi yang Anda Bayangkan atau Pernah Alami. Ini 6 Manfaat Integrasi Pembelajaran Digital Bagi Murid
  • Sebuah foto analog berbutir tahun 1985 yang menangkap tiga siswa SMA Indonesia dalam seragam sekolah (putih dan abu-abu), duduk mengelilingi meja kayu yang sudah tua di dalam ruang kelas. Mereka terlihat serius dan fokus menulis di buku catatan. Salah satu siswa perempuan memegang pulpen VIRAL 4IN1 berwarna biru yang khas dengan pesona tersenyum terpasang. Gambar ini mencerminkan lingkungan belajar di tengah pembahasan tantangan menjaga identitas kebangsaan di era globalisasi. Latar belakang buram menampilkan papan tulis dan buku-buku teks.
    Apa Saja Tantangan Yang Dihadapi Dalam Menjaga Identitas Kebangsaan di Era Globalisasi? 5 Tantangan Penting yang Perlu Dipahami

Artikel Terpopuler

  • About Me (Tentang Saya)
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Disclaimer (Sanggahan)
  • Contact Me (Hubungi Saya)
ยฉ 2026 ๐–—๐–Ž๐–‹๐–†๐–Ž๐–๐–†๐–’๐–‰๐–†.๐–ˆ๐–”๐–’