⏱ Estimated reading time: 7 min read
RIFAIHAMDA.COM – Perkembangan perdagangan online membuat aktivitas pengiriman barang semakin sulit dipisahkan dari kegiatan bisnis.
Ketika transaksi meningkat, kebutuhan terhadap layanan pengiriman yang cepat, aman, dan mudah dilacak juga ikut bertambah.
Bagi perusahaan, kondisi ini membuka ruang untuk mengembangkan lini usaha baru di sektor logistik.
Lantas, bagaimana peluang perusahaan jika memasuki bisnis jasa pengiriman barang? Bisnis ini bukan hanya tentang mengantarkan paket dari pengirim kepada penerima.
Ada berbagai layanan yang bisa dikembangkan, mulai dari kurir lokal, pengiriman antarkota, layanan pickup, pengemasan, hingga pengelolaan pesanan untuk pelaku UMKM.
Supaya operasional berjalan lebih rapi, perusahaan juga membutuhkan peralatan yang dapat mempercepat pekerjaan administrasi dan pengelolaan paket.
Salah satunya adalah printer thermal yang dapat digunakan untuk mencetak resi dan label pengiriman.
1) Peluang Perusahaan Jika Memasuki Bisnis Jasa Pengiriman Barang
Pertumbuhan perdagangan digital menjadi salah satu faktor yang mendukung kebutuhan terhadap jasa logistik.
UKMINDONESIA.ID menjelaskan bahwa pertumbuhan e-commerce menciptakan kebutuhan pengiriman antarkota, antarprovinsi, hingga antarpulau.
Peluang tersebut juga berasal dari banyaknya UMKM yang mengandalkan layanan logistik untuk menjangkau konsumen.
Dalam kondisi tersebut, peluang perusahaan jika memasuki bisnis jasa pengiriman barang dapat berasal dari berbagai segmen pasar.
Perusahaan dapat melayani pelanggan individu, toko online, UMKM, distributor, maupun perusahaan lain yang membutuhkan pengiriman secara rutin.
Bank Indonesia juga membahas jasa pengiriman barang sebagai salah satu sektor usaha jasa yang memiliki potensi karena kebutuhan memindahkan barang secara fisik tetap membutuhkan sarana transportasi.
1.1) Memanfaatkan Pertumbuhan Toko Online
Toko online membutuhkan pengiriman untuk mengantarkan produk kepada pelanggan.
Semakin luas jangkauan pasar sebuah toko, semakin besar pula kebutuhan terhadap layanan logistik yang dapat diandalkan.
Perusahaan dapat mengambil peluang dengan menawarkan layanan pickup barang dari lokasi penjual.
Model seperti ini memberikan kemudahan karena penjual tidak perlu selalu mengantarkan paket ke lokasi ekspedisi.
1.2) Menjadi Mitra Logistik UMKM
UMKM dapat menjadi target pasar yang menarik karena banyak pelaku usaha membutuhkan layanan pengiriman tanpa ingin mengelola armada sendiri.
Perusahaan dapat menawarkan paket kerja sama dengan sistem tarif tertentu.
Layanan tambahan seperti pickup terjadwal, pengemasan, dan pencetakan label juga dapat menjadi nilai tambah.
2) Model Bisnis yang Bisa Dikembangkan
Membahas peluang perusahaan jika memasuki bisnis jasa pengiriman barang tidak harus berarti perusahaan langsung membangun jaringan ekspedisi berskala nasional.
Bisnis dapat dimulai dari wilayah tertentu kemudian dikembangkan secara bertahap sesuai kemampuan perusahaan.
2.1) Kurir Dalam Kota
Pengiriman dalam kota dapat melayani dokumen, paket toko online, makanan, maupun berbagai barang lainnya.
Model ini relatif mudah dikembangkan apabila perusahaan sudah memiliki akses terhadap kurir dan kendaraan operasional.
2.2) Pengiriman Antarkota
Perusahaan juga dapat mengembangkan layanan antarkota dengan memanfaatkan armada sendiri atau bekerja sama dengan mitra transportasi.
Fokus wilayah dapat ditentukan berdasarkan permintaan. Dengan begitu, perusahaan tidak harus membuka terlalu banyak rute sejak awal.
2.3) Fulfillment dan pengemasan
Layanan logistik dapat diperluas menjadi fulfillment. Dalam model ini, perusahaan tidak hanya mengirim barang, tetapi juga dapat membantu penyimpanan stok, pemrosesan pesanan, pengemasan, dan pengiriman.
Model tersebut relevan bagi toko online yang ingin menyerahkan sebagian pekerjaan operasional kepada pihak ketiga.
3) Mengapa Peralatan Pendukung Menjadi Penting
Pertumbuhan jumlah paket akan membuat pekerjaan administrasi semakin banyak. Jika proses pencatatan dan pelabelan masih dilakukan secara manual, waktu kerja dapat menjadi kurang efisien.
Karena itu, perusahaan perlu mempertimbangkan perangkat pendukung yang sesuai dengan skala operasional.
Salah satu perangkat yang relevan adalah printer thermal. Perangkat ini dapat membantu mencetak resi atau label secara praktis sehingga proses persiapan paket menjadi lebih teratur.
3.1) SMARTCOM Printer Thermal Bluetooth 80mm
Salah satu produk yang dapat dipertimbangkan adalah SMARTCOM Printer Thermal Bluetooth 80mm with Baterai + Bluetooth USB.

Berdasarkan halaman produk di Shopee, printer ini ditawarkan untuk kebutuhan cetak resi, alamat, kasir, dan PPOB.
Produk juga memiliki koneksi Bluetooth dan USB serta tersedia dalam beberapa variasi.
Untuk perusahaan yang sedang mengembangkan peluang perusahaan jika memasuki bisnis jasa pengiriman barang, printer thermal seperti ini dapat ditempatkan di bagian penerimaan atau pengemasan paket.
Keberadaan printer dapat membantu petugas mencetak label pengiriman tanpa harus menggunakan printer dokumen berukuran besar untuk pekerjaan yang relatif sederhana.
3.2) Cek Produk Printer Thermal di Shopee
Jika kamu sedang menyiapkan perlengkapan operasional untuk usaha pengiriman, produk tersebut bisa dilihat melalui tautan berikut.
Lihat SMARTCOM Printer Thermal di Shopee
Harga dan variasi produk dapat berubah mengikuti kebijakan toko, stok, serta program promosi yang sedang berlangsung. Karena itu, cek kembali harga dan detail variasi sebelum membeli.
4) Faktor yang Menentukan Peluang Bisnis Pengiriman
Besarnya pasar bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan bisnis pengiriman. Perusahaan perlu memiliki perencanaan operasional yang jelas.
4.1) Menentukan Target Pelanggan
Perusahaan perlu menentukan pelanggan utama sebelum membangun layanan. Apakah fokus pada UMKM, toko online, perusahaan, pelanggan individu, atau kombinasi beberapa segmen?
Riset terhadap kebutuhan calon pelanggan akan membantu menentukan jenis layanan dan wilayah yang tepat.
4.2) Menentukan Wilayah Layanan
Jangan terburu-buru membuka terlalu banyak wilayah. Perusahaan dapat memulai dari area yang memiliki konsentrasi toko online, pusat perdagangan, kawasan industri, atau aktivitas bisnis yang tinggi.
Setelah sistem berjalan dengan baik, cakupan layanan dapat diperluas secara bertahap.
4.3) Menggunakan Teknologi
Teknologi dapat membantu proses pencatatan order, pelacakan paket, pengaturan rute, dan komunikasi dengan pelanggan.
UKMINDONESIA.ID juga menyarankan penggunaan sistem manajemen pengiriman untuk mencatat pesanan, mengatur jadwal, serta memberikan pembaruan kepada pelanggan.
5) Cara Meningkatkan Nilai Layanan
Persaingan bisnis pengiriman membuat perusahaan perlu memberikan alasan yang jelas mengapa pelanggan harus menggunakan layanannya.
5.1) Berikan Layanan yang Praktis
Kemudahan dapat menjadi nilai tambah. Misalnya, pelanggan dapat melakukan pemesanan melalui aplikasi atau pesan singkat, kemudian kurir mengambil paket langsung dari lokasi.
Layanan pickup dapat menjadi solusi bagi UMKM yang setiap hari harus mengirim banyak paket.
5.2) Berikan Informasi Pengiriman yang Jelas
Pelanggan ingin mengetahui apakah paket sudah diterima, diproses, dikirim, atau sampai kepada penerima.
Sistem tracking dapat membantu perusahaan memberikan informasi tersebut secara lebih terstruktur.
5.3) Perhatikan Kepuasan Pelanggan
Bank Indonesia menekankan pentingnya memahami karakter pelanggan karena sebagian pelanggan lebih mementingkan pelayanan, sementara pelanggan lain lebih sensitif terhadap harga.
Kepuasan dan kepercayaan pelanggan juga berkaitan dengan keberlangsungan hubungan bisnis.
Karena itu, perusahaan sebaiknya tidak hanya berfokus pada tarif murah. Kecepatan, keamanan, komunikasi, dan kemudahan layanan juga perlu diperhatikan.
6) Kesalahan yang Perlu Dihindari
Salah satu kesalahan yang perlu dihindari adalah memulai bisnis tanpa menghitung biaya operasional secara menyeluruh.
Biaya kendaraan, bahan bakar, perawatan, tenaga kerja, gudang, teknologi, perlengkapan pengemasan, dan administrasi perlu masuk dalam perhitungan.
Kesalahan berikutnya adalah mengabaikan sistem pencatatan. Setiap paket sebaiknya memiliki informasi yang jelas sehingga risiko kesalahan pengiriman dapat dikurangi.
Perusahaan juga sebaiknya tidak terlalu cepat memperluas wilayah sebelum layanan di area awal benar-benar siap.
Pertumbuhan yang tidak diimbangi kesiapan operasional dapat membuat kualitas pelayanan sulit dipertahankan.
Pada akhirnya, peluang perusahaan jika memasuki bisnis jasa pengiriman barang dapat berkembang seiring kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha terhadap distribusi barang.
Peluang tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai model, seperti kurir dalam kota, pengiriman antarkota, layanan pickup, pengemasan, hingga fulfillment.
Perusahaan perlu memilih model yang sesuai dengan sumber daya dan karakteristik pasar yang ingin dilayani.
Selain kendaraan dan tenaga kerja, perangkat pendukung juga penting untuk membantu operasional.
Printer thermal seperti SMARTCOM Printer Thermal Bluetooth 80mm dapat digunakan untuk kebutuhan pencetakan resi dan label, sehingga proses persiapan paket dapat dilakukan dengan lebih praktis.
Bagikan artikel ini kepada rekan bisnis atau calon pengusaha yang sedang mempertimbangkan sektor logistik.
Dengan riset pasar, perencanaan operasional, teknologi yang sesuai, serta pelayanan yang konsisten, peluang perusahaan jika memasuki bisnis jasa pengiriman barang dapat menjadi salah satu opsi pengembangan usaha.***
Referensi:
Bank Indonesia, Profil Bisnis Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, bagian prospek bisnis sektor jasa pengiriman barang.
UKMINDONESIA.ID, Peluang Bisnis Jasa Pengiriman Barang, Menyambut Lonjakan Permintaan Logistik Era Digital.
UKMINDONESIA.ID, 10 Tips Menjalankan Usaha Jasa Pengiriman Skala Rumahan.
Bank Indonesia, Kajian Inovasi Model Bisnis Pembiayaan Digital kepada UMKM, pembahasan mengenai UMKM startup di bidang logistik jasa pengiriman barang.
Shopee, SMARTCOM Printer Thermal Bluetooth 80mm with Baterai + Bluetooth USB Cetak Resi Alamat Kasir PPOB.








