RIFAIHAMDA.COM – Pernahkah kamu menyadari bahwa cara orang memilih dan membeli produk sekarang sudah jauh berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu?
Konsumen tidak lagi hanya mengandalkan toko fisik atau rekomendasi dari orang terdekat.
Mereka bisa mencari informasi melalui mesin pencari, melihat ulasan di marketplace, membandingkan harga, menonton video, hingga melakukan pembelian hanya melalui smartphone.
Fenomena tersebut berkaitan dengan perubahan preferensi konsumen akibat perkembangan teknologi digital merupakan contoh pengaruh dari perkembangan teknologi terhadap kehidupan ekonomi dan bisnis.
Perubahan ini penting dipahami karena teknologi digital bukan hanya mengubah alat yang digunakan konsumen, tetapi juga memengaruhi cara mereka mencari informasi, mempertimbangkan pilihan, dan mengambil keputusan pembelian.
Melalui artikel ini, kamu akan memahami hubungan teknologi digital dengan perilaku konsumen, contoh perubahan preferensi konsumen, faktor yang mendorongnya, serta kaitannya dengan strategi digital marketing.
Sebagai tambahan, ada rekomendasi buku yang bisa membantu kamu mempelajari pemasaran digital secara lebih mendalam.
1) Perubahan Preferensi Konsumen Akibat Perkembangan Teknologi Digital Merupakan Contoh Pengaruh Dari Perkembangan Teknologi
Secara sederhana, perubahan preferensi konsumen menunjukkan adanya perubahan dalam pilihan, kebutuhan, kebiasaan, dan pertimbangan seseorang ketika akan menggunakan atau membeli produk.
Teknologi digital mempercepat proses tersebut. Konsumen sekarang dapat memperoleh informasi dalam waktu singkat dan memiliki lebih banyak pilihan dibandingkan sebelumnya.
Jika dahulu seseorang harus mengunjungi beberapa toko untuk membandingkan produk, sekarang proses tersebut dapat dilakukan melalui marketplace.
Konsumen dapat melihat harga, spesifikasi, foto, video, rating, dan ulasan sebelum menentukan pilihan.
Karena itu, perubahan preferensi konsumen akibat perkembangan teknologi digital merupakan contoh pengaruh dari perkembangan teknologi terhadap perilaku masyarakat dan aktivitas bisnis.
1.1) Kemudahan Mendapatkan Informasi
Salah satu faktor terbesar yang mengubah perilaku konsumen adalah kemudahan memperoleh informasi.
Internet memungkinkan calon pembeli mencari informasi mengenai sebuah produk sebelum melakukan transaksi. Mereka tidak harus langsung percaya pada promosi dari penjual.
Konsumen dapat membaca pengalaman pembeli lain, melihat demonstrasi produk melalui video, mencari alternatif, serta membandingkan berbagai penawaran.
Kondisi tersebut membuat konsumen semakin terbiasa melakukan riset sebelum membeli.
1.2) Munculnya Kebiasaan Membandingkan Produk
Perkembangan marketplace juga membuat kegiatan membandingkan produk menjadi semakin mudah.
Seseorang dapat membuka beberapa halaman produk sekaligus untuk melihat perbedaan harga, spesifikasi, fitur, rating, hingga ulasan pembeli.
Akibatnya, preferensi konsumen dapat berubah dengan cepat. Produk yang sebelumnya menjadi pilihan utama belum tentu tetap dipilih ketika konsumen menemukan alternatif yang dianggap lebih sesuai.
2) Contoh Perubahan Preferensi Konsumen di Era Digital
Perubahan perilaku konsumen dapat ditemukan dalam berbagai aktivitas sehari-hari. Salah satunya adalah pergeseran dari pembelian secara offline menuju pembelian melalui platform digital.
Konsumen juga semakin memperhatikan pengalaman ketika melakukan transaksi. Kecepatan respons penjual, metode pembayaran, pilihan pengiriman, ulasan pelanggan, dan kemudahan proses checkout dapat memengaruhi keputusan pembelian.
2.1) Dari Toko Fisik ke Marketplace
Marketplace memberikan kesempatan kepada konsumen untuk mencari berbagai produk tanpa harus datang langsung ke toko.
Kondisi tersebut membuat konsumen dapat berbelanja kapan saja dan dari berbagai tempat.
Shopee sendiri menyediakan beragam kategori produk serta fitur pencarian, rekomendasi, ulasan, dan berbagai promo yang mendukung aktivitas belanja online.
Perubahan kebiasaan ini menjadi salah satu contoh nyata bagaimana teknologi digital memengaruhi preferensi konsumen.
2.2) Ulasan Semakin Diperhatikan
Konsumen digital cenderung memiliki lebih banyak sumber informasi sebelum membeli.
Rating dan ulasan dapat menjadi bahan pertimbangan karena calon pembeli dapat melihat pengalaman pengguna sebelumnya.
Shopee juga menyediakan fitur peringkat dan ulasan produk sebagai bagian dari pengalaman berbelanja.
Hal ini membuat reputasi digital sebuah produk menjadi semakin penting.
2.3) Promosi Digital Memengaruhi Keputusan Pembelian
Promosi juga mengalami perubahan. Konsumen kini terbiasa menemukan diskon, voucher, flash sale, dan penawaran khusus melalui platform digital.
Shopee menjelaskan bahwa pengguna dapat menemukan berbagai promo melalui beranda maupun halaman hasil pencarian, termasuk voucher, paket diskon, dan kombo hemat.
Dengan demikian, perubahan preferensi konsumen akibat perkembangan teknologi digital merupakan contoh pengaruh dari perubahan lingkungan pemasaran yang semakin terdigitalisasi.
3) Mengapa Bisnis Perlu Memahami Perubahan Preferensi Konsumen
Perubahan perilaku konsumen membuat bisnis tidak cukup hanya mengandalkan metode pemasaran konvensional.
Bisnis perlu memahami bagaimana konsumen menemukan informasi, apa yang menjadi pertimbangan mereka, dan bagaimana mereka berinteraksi dengan sebuah merek.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- kebiasaan konsumen mencari informasi melalui internet;
- penggunaan marketplace sebagai tempat mencari dan membeli produk;
- pengaruh rating dan ulasan;
- ketertarikan terhadap konten digital;
- sensitivitas terhadap harga dan promo;
- kemudahan proses pembayaran dan pengiriman; dan
- pengalaman konsumen ketika berinteraksi dengan penjual.
Memahami faktor tersebut dapat membantu bisnis menyesuaikan strategi pemasaran dengan kebiasaan konsumen yang terus berubah.
4) Hubungan Perubahan Preferensi Konsumen dengan Digital Marketing
Perubahan preferensi konsumen akibat perkembangan teknologi digital merupakan contoh pengaruh dari transformasi digital yang juga terlihat dalam dunia pemasaran.
Digital marketing memungkinkan bisnis berkomunikasi dengan konsumen melalui berbagai saluran, seperti media sosial, mesin pencari, website, marketplace, email, dan berbagai platform digital lainnya.

Perbedaannya dengan pemasaran tradisional terletak pada luasnya pilihan kanal dan kemampuan bisnis untuk menyesuaikan pesan dengan perilaku audiens.
4.1) Konten Menjadi Bagian Penting Pemasaran
Konsumen tidak selalu langsung membeli ketika melihat sebuah produk. Mereka sering kali membutuhkan informasi terlebih dahulu.
Karena itu, konten edukatif dapat membantu menjawab pertanyaan calon pembeli. Konten dapat berbentuk artikel, video, infografis, ulasan, tutorial, maupun informasi produk.
Strategi tersebut membuat pemasaran tidak hanya berfokus pada penjualan, tetapi juga memberikan informasi yang dibutuhkan konsumen.
4.2) Data Membantu Memahami Konsumen
Lingkungan digital juga menghasilkan berbagai data mengenai perilaku pengguna.
Data tersebut dapat membantu bisnis memahami produk yang banyak dicari, konten yang mendapatkan perhatian, hingga pola interaksi konsumen.
Namun, penggunaan data tetap perlu memperhatikan privasi dan ketentuan yang berlaku agar aktivitas pemasaran dilakukan secara bertanggung jawab.
5) Buku yang Membantu Memahami Digital Marketing
Jika kamu ingin memahami lebih jauh hubungan antara teknologi, pemasaran, dan perubahan perilaku konsumen, salah satu produk yang relevan adalah Buku Digital Marketing Di Era 6.0 karya Riadhus Sholihin.
Buku ini tersedia di Shopee dan tercantum sebagai buku dari Anak Hebat Indonesia. Pada halaman produk yang diperiksa, buku tersebut masuk dalam kategori Bisnis & Investasi.
Lihat Buku Digital Marketing Di Era 6.0 di Shopee
Buku seperti ini dapat menjadi bahan bacaan tambahan bagi pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, pemilik bisnis, maupun siapa saja yang ingin mengenal konsep pemasaran di tengah perkembangan teknologi digital.
Harga dan promo marketplace dapat berubah sewaktu-waktu. Karena itu, sebelum membeli, sebaiknya periksa kembali harga, voucher, ketersediaan, serta informasi produk pada halaman Shopee.
Teknologi digital telah mengubah cara konsumen mencari informasi, membandingkan produk, berkomunikasi dengan penjual, hingga melakukan transaksi.
Marketplace, media sosial, mesin pencari, dan konten digital membuat konsumen memiliki akses informasi yang jauh lebih luas.
Karena itu, perubahan preferensi konsumen akibat perkembangan teknologi digital merupakan contoh pengaruh dari perkembangan teknologi terhadap perilaku ekonomi dan dunia bisnis.
Bagi bisnis, perubahan tersebut perlu dipahami agar strategi pemasaran dapat menyesuaikan kebutuhan konsumen.
Bagi konsumen dan pembelajar, memahami perubahan ini juga dapat membantu melihat bagaimana teknologi memengaruhi keputusan sehari-hari.
Jika kamu ingin memperdalam pemahaman mengenai digital marketing, buku Digital Marketing Di Era 6.0 dapat menjadi salah satu bahan bacaan tambahan yang relevan. Kamu juga bisa membagikan artikel ini kepada teman atau orang lain yang sedang mempelajari pemasaran digital dan perilaku konsumen.***
Referensi:
Shopee Indonesia, informasi mengenai platform, kategori produk, fitur belanja, dan pengalaman konsumen.
Shopee Help Center, informasi mengenai cara menemukan promo di aplikasi Shopee.
Shopee Indonesia, halaman produk Buku Digital Marketing Di Era 6.0.








